Web application · 8 menit
Pembuatan website zona peta untuk desain tapak revitalisasi

Pembuatan website zona peta untuk desain tapak di zerowaste.consina.cloud berawal dari kebutuhan menyatukan koordinat, foto lapangan, ukuran area, jalur trekking, dan status revitalisasi. Seluruh temuan survei Cibodas dan Gunung Putri kemudian disusun menjadi satu peta interaktif yang dapat dibaca bersama oleh tim lapangan, perancang, dan pengambil keputusan.
Ringkasan kawasan yang terbaca dalam satu layar
Beranda platform menampilkan kondisi kawasan sebagai empat angka utama: 141 titik survei, 9 km jalur trekking, elevasi puncak 3.019 meter, dan status survei lapangan yang telah selesai. Penanda tanggal pembaruan diletakkan di bagian paling atas agar pembaca langsung tahu seberapa mutakhir data yang sedang dilihat.
Angka-angka ini bukan sekadar statistik dekoratif. Dalam presentasi ke pemangku kepentingan, empat kartu tersebut menjawab pertanyaan pembuka yang paling sering muncul—seberapa luas cakupan survei, sejauh apa jalur yang dipetakan, dan apakah pengumpulan data lapangan sudah rampung—sebelum diskusi masuk ke detail per titik.
Peta interaktif untuk 141 titik survei GPS
Seluruh temuan lapangan diletakkan di atas basemap topografi dan satelit sehingga kontur, ketinggian, dan posisi relatif antartitik terbaca sekaligus. Setiap titik dikelompokkan ke dalam kategori kerja yang sesuai istilah lapangan: Pos, Air & Hidrologi, Puncak, Fasilitas, Gerbang atau Pintu, Infrastruktur, Jalur atau Track, dan Titik Lain.
Panel kiri menggabungkan pencarian, filter kategori, dan filter status revitalisasi dalam satu kolom. Pendekatan ini membuat peta tetap dapat digunakan meski kepadatan markernya tinggi—pengguna bisa mempersempit tampilan ke satu kategori, lalu menelusuri daftar titik beserta elevasinya tanpa kehilangan konteks peta.

Mengukur area tapak langsung di atas peta
Selain menandai titik, platform ini menyimpan poligon area yang diukur di lapangan. Panel Area Tersimpan mencatat luas dan keliling setiap tapak: Telaga Biru 3.170 m² dengan keliling 242 m, Toilet Rawa Denok 1.330 m² dengan keliling 156 m, Panyancangan 698 m² dengan keliling 108 m, hingga Air Panas & Kandang Batu yang mencapai 1,39 hektare.
Angka luas dan keliling inilah yang menjembatani survei dengan perancangan. Ketika sebuah shelter atau fasilitas akan dirancang, ukuran tapak sudah tersedia sebagai batas nyata, bukan perkiraan. Alat Ukur Jarak dan Geser Koordinat melengkapinya untuk penyesuaian kecil tanpa harus kembali ke perangkat lunak GIS terpisah.
Ekspor data untuk kebutuhan teknis sekaligus presentasi
Satu peta biasanya dipakai oleh dua audiens dengan kebutuhan berbeda, sehingga menu ekspor dipisahkan sesuai tujuan pemakaian. Untuk kebutuhan teknis tersedia GeoJSON sebagai standar web GIS, KML dan KMZ untuk Google Earth, serta Shapefile untuk diolah lebih lanjut di ArcGIS atau QGIS.
Untuk kebutuhan pelaporan tersedia PDF dan PNG beresolusi tinggi yang langsung dapat ditempel ke dokumen Word atau PowerPoint. Format GLB melengkapi keduanya dengan ekstrusi tiga dimensi dari area tersimpan, sehingga tapak yang sama bisa dibawa ke Blender untuk visualisasi rancangan.

Galeri sebelum dan sesudah sebagai bukti progres
Progres revitalisasi paling mudah dipahami lewat perbandingan visual. Galeri menyusun foto kondisi eksisting berdampingan dengan rencana atau hasil revitalisasi untuk setiap titik, lengkap dengan kategori, status pengerjaan, dan ketinggian lokasi.

Penggeser perbandingan membuat perubahan terbaca dalam satu gerakan—dari jalur berbatu tanpa tempat berteduh menjadi shelter dengan bangku dan penerangan. Format ini menjaga diskusi tetap berbasis kondisi lapangan yang sebenarnya, bukan sekadar deskripsi tertulis.

Tabel data titik untuk pemeriksaan menyeluruh
Peta unggul untuk memahami sebaran, tetapi pemeriksaan menyeluruh tetap membutuhkan tabel. Halaman Data Titik menampilkan seluruh 141 titik beserta nama, kategori, koordinat, elevasi, status revitalisasi, kelengkapan foto, dan tanggal pembaruan dalam satu kolom yang dapat diurutkan.
Kolom kelengkapan foto ditulis sebagai rasio—0/2, 1/2, atau 2/2—sehingga tim langsung melihat titik mana yang dokumentasinya belum lengkap. Detail kecil seperti ini mengubah tabel dari sekadar arsip menjadi daftar kerja yang bisa ditindaklanjuti pada kunjungan lapangan berikutnya.

Prinsip desain untuk data lapangan yang padat
Antarmuka dirancang agar peta selalu menjadi bidang terbesar, sementara kontrol diletakkan di tepi sebagai lapisan pendukung. Palet hijau alam dipakai konsisten dengan konteks konservasi, dan legenda kategori ditampilkan permanen agar warna marker tidak perlu dihafal.
Bahasa antarmuka mengikuti istilah yang dipakai tim di lapangan—pos, shelter, jalur, tapak, titik air—bukan istilah teknis GIS. Mode Presentasi disediakan untuk menyembunyikan elemen kerja saat peta ditampilkan di depan audiens, sehingga satu aplikasi dapat melayani dua situasi tanpa perlu menyiapkan materi terpisah.
Peluang pengembangan platform monitoring
Fondasi peta, pengukuran area, galeri, dan tabel data membuka ruang pengembangan berikutnya. Beberapa arah yang relevan adalah pembaruan status revitalisasi langsung dari lapangan, riwayat perubahan per titik, unggah foto melalui perangkat seluler, serta laporan progres periodik yang dihasilkan otomatis.
Nilai utama platform ini terletak pada satu sumber data yang disepakati bersama. Ketika tim survei, perancang, dan pengelola kawasan membaca titik dan ukuran yang sama, pembahasan tidak lagi dimulai dari menyamakan versi data—melainkan langsung pada keputusan revitalisasi apa yang perlu diambil.