Product design · 9 menit
Merancang aplikasi Mesh Chat untuk komunikasi offline
Mesh Chat mengeksplorasi bagaimana percakapan tetap dapat berlangsung ketika koneksi seluler dan internet tidak tersedia. Alih-alih menyembunyikan cara pesan berpindah, antarmukanya memperlihatkan perangkat sekitar, jalur direct atau relay, jumlah hop, batas TTL, serta ketergantungan jaringan dalam bahasa yang dapat dipahami pengguna.
Memulai dari situasi tanpa koneksi internet
Konsep ini berangkat dari konteks yang nyata: acara warga, kegiatan luar ruang, kawasan padat, atau kondisi darurat ketika sinyal telepon melemah. Pengguna tetap membutuhkan cara sederhana untuk menemukan orang di sekitar, bergabung ke room lokal, dan mengirim informasi singkat tanpa harus memahami terminologi jaringan terlebih dahulu.
Mesh Chat dirancang sebagai konsep aplikasi komunikasi offline berbasis perangkat yang saling meneruskan pesan. Setiap ponsel dapat tampil sebagai node. Pesan dapat sampai secara langsung ketika perangkat berada dalam jangkauan, atau melewati perangkat lain sebagai relay ketika penerima berada lebih jauh.
Membuat jaringan mesh mudah dipahami
Tantangan desain utamanya bukan sekadar menggambar daftar kontak. Pengguna perlu mengetahui apakah seseorang terhubung langsung, berada di balik relay, atau sudah tidak terjangkau. Karena itu, layar Terdekat menyediakan tiga cara membaca lingkungan: daftar, radar, dan peta.
Status seperti LANGSUNG, 0 HOP, VIA DIMAS → RIO, atau 3 HOP mengubah struktur jaringan yang abstrak menjadi informasi praktis. Warna juga dipakai secara konsisten: lime untuk keadaan aktif, biru untuk koneksi yang informatif, ungu untuk relay, oranye untuk node lain, dan merah untuk peringatan.
Dalam kondisi belum ada perangkat yang ditemukan, empty state tidak berhenti pada pesan “tidak ada hasil”. Ia menjelaskan bahwa aplikasi masih memindai, menyebut perkiraan radius ±80 meter, dan memberi langkah sederhana: buka aplikasi di perangkat lain, dekatkan ponsel, hindari tembok beton atau kerumunan padat, serta biarkan aplikasi tetap aktif ketika sistem operasi membatasi aktivitas latar belakang.
Menampilkan rute pesan di dalam room
Room “Pasar Malam RW04” menjadi contoh bagaimana percakapan lokal dapat tetap terasa seperti aplikasi chat yang familiar. Header memberi ringkasan jumlah anggota, berapa yang terhubung langsung, dan berapa yang hadir melalui relay. Pengguna tidak perlu membuka panel teknis untuk memahami kondisi room.
Metadata di bawah setiap pesan menjelaskan apakah pesan datang langsung atau melalui dua hop, jalur yang dilewati, sisa TTL, waktu, dan jumlah node yang sudah menerima pesan. Transparansi ini penting karena pesan pada jaringan lokal dapat tiba dengan kecepatan dan rute yang berbeda.
Mengelola relay, TTL, dan baterai
Pada jaringan mesh, satu perangkat tidak hanya menjadi pengirim dan penerima. Ia juga dapat membantu meneruskan pesan orang lain. Halaman Saya memperlihatkan kontribusi tersebut lewat jumlah pesan yang diteruskan dan berapa orang yang sedang bergantung pada perangkat pengguna.
Pengaturan “Teruskan pesan orang lain” disertai konsekuensi yang jelas: mematikannya dapat memutus jaringan bagi sebagian orang. Batas lompatan atau TTL memberi kontrol atas seberapa jauh sebuah pesan boleh menyebar, sedangkan mode hemat baterai mengubah frekuensi pemindaian menjadi setiap 15 detik. Keputusan teknis diterjemahkan menjadi dampak yang mudah dinilai.
Keamanan dan riwayat yang tetap lokal
Konsep pengaturan keamanan menggunakan sidik jari kunci agar identitas perangkat dapat dibandingkan tanpa menampilkan detail kriptografi yang panjang. Pengguna juga dapat menentukan masa penyimpanan riwayat—misalnya tujuh hari—atau menghapus seluruh percakapan dari perangkat.
Bagian ini sengaja tidak mengklaim implementasi keamanan tertentu. Pada tahap pengembangan produk, enkripsi, pertukaran kunci, autentikasi anggota room, pencegahan penyamaran node, dan perlindungan metadata perlu diuji bersama arsitektur teknis yang dipilih.
Sistem visual untuk kondisi lapangan
Arah utama memakai latar gelap dengan Space Grotesk, IBM Plex Sans, dan IBM Plex Mono. Hierarki tipografi memisahkan nama orang, isi percakapan, dan metadata jaringan. Kontras warna membantu informasi tetap terbaca cepat ketika layar digunakan di luar ruang atau dalam keadaan ramai.
Eksplorasi juga mencakup arah alternatif “Poster Kampung”: latar terang seperti kertas, tipe tebal, garis hitam, dan kartu yang terasa lebih ekspresif. Eksplorasi ini memperlihatkan bahwa arsitektur informasi yang sama dapat memiliki kepribadian visual berbeda tanpa mengubah model interaksi dasarnya.
Batas konsep dan langkah pengembangan berikutnya
Mesh Chat pada studi ini adalah konsep product design dan UI, bukan klaim bahwa jaringan komunikasi produksinya telah selesai. Jarak antarperangkat, ketahanan relay, konsumsi baterai, perilaku aplikasi di latar belakang, keamanan, dan kompatibilitas lintas perangkat harus divalidasi melalui prototipe teknis.
Tahap berikutnya dapat mencakup prototipe klik untuk seluruh alur, simulasi perpindahan node, pengujian pengiriman pesan multi-hop, indikator kegagalan yang lebih jelas, pengujian aksesibilitas warna, serta riset lapangan pada acara komunitas atau aktivitas outdoor. Fokusnya tetap sama: membuat teknologi jaringan lokal terasa dapat dipercaya tanpa membebani pengguna dengan detail yang tidak mereka perlukan.